Nature

All about Life, HUmans, Animals, Plants, Microorganism, Mushroom, everything around you

Proses Tecipta Warna Tanaman (Versi Harun Yahya)


Evi saptriyawati

Bila saya bertanya apa warna tanaman? Pasti Anda akan menjawab warna hijau. Iya benar, hijau merupakan warna umum pada tanaman. Warna tersebut berasal dari klorofil (zat hijau daun). Klorofil merupakan pigmen yang terdapat di dalam kloroplas dan tersebar di dalam sitoplasma (cytoplasm) se-sel tanaman. Pigmen-pigemen ini menyerap cahaya dari matahari dengan mudahnya tetapi hanya memantulkan warna hijau.

Fungsi lain dari klorofil adalah terciptanya proses fotosintesis yang sangat menentukan bagi kelangsungan hidup tumbuhan. Dalam proses ini tanaman memanfaatkan sinar matahari yang terdiri dari berbagai kombinasi warna yang dikenal dengna spektrum cahaya. Ragam warna ini diperoleh dari pembiasan warna dalam sebuah prisma. Perbedaan tingkat energy warna sangat penting bagi tanaman, Karena mereka memerlukan sejumlah besar energy untuk fotsintesis. Proses fotosintesis tanaman menghasilkan karbohidrat yang merupakan salah satu sumber makanan utama bagi makhluk hidup.

keindhan taman bunga

Inilah ciptaan ALLAH, maka perlihatkanlah olehmu kepada–Ku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain ALLAH. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata. (QS. Luqman, 31:11).

Selain klorofil tanaman juga memiliki pigmen warna lainnya, seperti Continue reading

Categories: Ilmu Pengetahuan, Lintas Cakrawala, Nature | Tags: , , , , , , , | 93 Comments

Tumbuhan Sarang Semut Dalam Ilmu Pengetahuan


Evi saptriyawati

Alam Indonesia yang kaya akan plasma nutfah, kini kembali hadir dengan ditemukannya tumbuhan sarang semut yang bekhasiat sebagai obat. Tanaman ini berasal dari  daratan Papua. Tumbuhan ini kini menjadi topik hangat dikalangan para ahli pengobatan komplementer dan alternatife. Khasiatnya sebagai obat telah diakui baik di dalam maupun luar negeri.  Tanaman obat lain seperti mahkota dewa, buah merah, dan buah keben, juga berasal dari Papua.

Taksonomi

Secara taksonomi tumbuhan ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom  : Plantae

Divisi        : Tracheophyta

Kelas        : Magnoliopsida

Subkelas  : Lamiidae

Ordo        : Rubiales

Famili      : Rubiaceae

Genus     : Myrmecodia

Spesies   : Myrmecodia pendens Merr. &Perry

Tumbuhan sarang semut yang tergolong dalam kelas Myrmecodia Jack ini memiliki 26 spesies yang berasal dari Irian atau Papua termasuk di Papua Nugini. Berikut nama masing-masing spesies tersebut:

No. Nama spesies No. Nama spesies
1 M. tuberose Jack 14 M. angustifolia Valeton
2 M. kutubuensis Huxley & Jebb 15 M. sterrophylla Merr.& Perry
3 M. jobiensis Becc. 16 M. oksapminensis Huxley & Jebb
4 M. erinacea Becc. 17 M. paradoxa Huxley & Jebb
5 M. alata Becc. 18 M. aureospina Huxley & Jebb
6 M. beccarii J.D.Hooker 19 M. brassii Merr.& Perry
7 M. platytyrea Becc. 20 M. lamii Merr.& Perry
8 M. pendens Merr.&Perry 21 M. archboldiana Merr.&Perry
9 M. longissima Valeton 22 M. pteroaspida Huxley&Jebb
10 M. oblongata Valeton 23 M. melanachanta Huxley&Jebb
11 M. longivolia Valeton 24 M. horrida Huxley&Jebb
12 M. schlechteri Valeton 25 M. ferox Huxley&Jebb
13 M. albertisii Becc. 26 M. gracilispina Huxley&Jebb

 

Khusus untuk M. tuberose, ada sekitar 16 subspesies atau varietas yang diberi nama informal, yaitu Armata, Siberutensis, Bracteata, Apoensis, Sibuyanensis, Menadensis, Rumphii, Bullosa, Lanceolata, Muelleri, versteegii, Pulvinata, Papuana, Dahlii, Salomonensis, dan Manusensis.

Morfologi

Umbi. Saat muda umbinya berbentuk bulat, kemudian menjadi lonjong memendek dan memanjang saat tua. Umbinya berduri dan memiliki sistem jaringan lubang-lubang, dimana bentuk dan interkoneksi dari lubang-lubang tersebut sangat khas sehingga sering digunakan sebagai parameter dalam klasifikasi genus ini.

Batang . Batangnya jarang ada yang bercabang, jika ada hanya satu atau beberapa cabang saja. Bahkan ada beberapa species yang tidak memiliki cabang sama sekali. Batangnya tebal dan internodalnya sangat dekat, kecuali pada pangkal sarang semut dari beberapa spesies.

Daun. Daunnya tebal seperti kulit. Pada beberapa spesies memiliki daun  yang sempit dan panjang. Stipula (penumpu) besar, persisten, terbelah dan berlawanan dengan tangkai daun (petiol), serta membentuk seperti “telinga” pada klipeoli. Terkadang terus berkembang menjadi sayap di sekitar bagian atas klipeolus.

Bunga. Pembungaan dimulai sejak adanya beberapa ruas (intermodal) pada tiap-tiap nodus (buku). Dua bagian pada setiap bunga berkembang pada suatu kantong udara (alveolus) yang berbeda. Alveoli tersebut mungkin ukurannya tidak sama dan terletak pada tempat yang berbeda di batang. Kuntum bunga muncul pada dasar alveoli. Setiap bunga berlawanan oleh suatu brakteola. Bunga jarang kleistogamus (menyerbuk tidak terbuka) dan terkadang heterostilus. Kelopak biasanya terpotong. Polennya 1-, 2-, atau 3- porat (kolporat) dan sering 1,2,atau 3 visikel sitoplasma yang besar. Buah berkembang dalam alveolus dan memanjat pada dasarnya menjadi menonjol keluar hanya setelah masak.

Budi daya

budi daya tumbuhan sarang semut|photo kaskus.us

Tumbuhan ini dapat melakukan penyerbukan sendiri dan menghasilkan banyak buah beri yang berwarna merah atau orange ketika masak yang di dalamnya terdapat sepasang biji. Biji-biji tersebut dapat  tumbuh pada media yang sesuai dan akan berkecambah dengan cepat. Biji yang kering dan tua tidak akan berkecambah.

Bagian hipokotil akan membengkak dengan cepat ketika biji berkecambah. Ketika berumur beberapa bulan bagian ini akan membentuk lubang-lubang. Pencahayaan sangat diperlukan selama masa perkecambahan, bila tidak tanaman akan tumbuh memanjang, bagian umbinya menciut, dan daunnya akan sangat banyak.

Saat ini perbanyakan tumbuhan sarang semut dapat diperbanyak melalui kultur jaringan. Tumbuhan ini merupakan tanaman sukulen, yaitu tanaman yang dapat menyimpan cadangan air pada jaringannya dan memiliki morfologi berdaging (seperti kaktus dan lidah buaya) sehingga sanagat toleran terhadap kekeringan. Penyiraman sebaiknya dilakukan dua hari sekali atau pada malam hari saja, ketika hendak melakukan penyiraman pastikan tanaman dalam keadan yang kering, bila terlalu sering disiram maka akan terjadi pembusukan yang menyebabkan tumbuhan mati. Pemupukan dapat dilakukan 2 atau 3 minggu sekali, dan sebaiknya menggunakan pupuk organik seperti kompos. Pada habitat liar tumbuhan ini memperoleh pupuk dari debris atau sampah yang diperoleh dari hasil simbiosis mutualisme tumbuhan sarang semut dengan semut yang menghuninya.

Categories: Ilmu Pengetahuan, Nature | Tags: , , , , , , , , | 12 Comments

Menikmati Kopi Dalam Udara Bersih di Belahan Bumi Eropa


Evi saptriyawati

 

suasana cafe open air

Suhu yang berkisar di antara 17-23 derajat celcius, udara yang bebas tanpa polusi, semilir angin yang berhembus lembut, menyejukkan setiap hati dan pikiran para penikmat kopi yang sedang duduk di sejumlah kafe seputaran kota Eopa. Sembari bercanda gurau, melepaskan lelah sejenak, mereka menikmati secangkir kopi, atau teh, yang ditemani dengan cemelin seperti kentang goreng, burger, atau kue apel. Tapi sayangnya, pemandangan seperti ini jarang bahkan hampir tidak kita temui di Jakarta. Lihat saja ibu kota kita tiap harinya dipenuhi oleh polusi yang berasal dari kendaraan. Asap kendaraan yang menggempul di udara, kebisingan, ini bukanlah suasana yang pas untuk menikmati seteguk kopi.

Di Eropa sana udara begitulah bersih, apalagi kita bisa melihat para wanita dan pria yang cantik dan tampan hilir mudik di trotoar kota yang besih, sembari menyebarkan wangi parfum mereka yang acap kali mengelus sukma dan memberi inspirasi baru tentang hal konstruksif. Warna lain yang sangat dominan adalah betapa banyaknya pengendara sepeda hilir mudik di berbagai penjuru kota. Mereka hidup damai, mobil-mobil mewah dan sepeda berjalan beriringan dan dan saling berbagi jalan dengan sangat luks. Kapan ya pemandangan seperti ini dapat kita temukan di Indonesia?

Pemandangan seperti ini sangat lah kental di Marien Platz Munich, di antara kafe open air itu, ada masyarakat dari berbagai latar belakang berbaur dalam suasana yang sangat nyaman. Sinar matahari menyentuh tubuh para pengguna kafe., tetapi sengatnya tak begitu terasa, tertupi oleh semilir angin yang memberikan kesegaran penuh. Yang menariknya lagi, di antara kafe, pejalan kaki, dam pesepeda, terdengar alunan musik yang amat merdu. Ada tiupan suling yang sangat bening, permainan saksofon, biola, dan gitar yang mengalunkan  suara indahnya. Para pemain memainkannya di areal masing-masing, akan tetapi bunyi-bunyian yang keluar dari permainan alat musik mereka menyatu dalam suasana yang hangat.

Suasana di Marien Platz ini agak mirip dengan suasana di kafe-kafe di Kota Hawai, Kuba. Hangat, penuh dengan lantunan musik, tetabuhan gendang, dan pengamen bersuara emas. Suara pengamen disana mampu membelai jantung, mengusap sukma, begitu merdu, hangat, dan mereka bisa bernyanyi dengan raut penuh perasaan, dan bibir yang selalu menyebarkan senyum. Alangkah nikmat ngopi di Havana, di antara alunan musim dan udara yang tentu saja bersih.

Di Amsterdam, kafe-kafe di udara terbuka seperti ini juga banyak kita temukan. Akan tetapi kota ini begitu kurang tenang, sesekali kebisingan mengusik.  Yang indah adalah arus sepeda yang menakjubkan. Pria, wanita, Tua, Muda, mengayuh sepedanya dengan kecepatan rata-rata di atas 25 km/jam. Jalan di Amsterdam tidak selebar jalan di Swiss, Jerman, bahkan Belgia, sehingga tidak jarang para pengendara sepeda sering berebut jalan.

Kafe Open Air ini dapat dilakukan apabila udara lingkungan kita bersih, mal mampu menyediakan areal menyenangkan untuk kafe berkelas. Para pengendara kendaraan bermotor juga harus minim. Lebih baik banyak pejalan kaki, bersepeda, atau menggunakan kendaraan umum. Masyarakat berdomisili di superblok, kemana-mana cukup berjalan kaki dan bersepeda. Para filsuf Jerman, dan para penyair Inggris kerap menjadikan kafe sebagai instrumen mereka berkarya. Telinga kita selalu dibisikkan oleh alunan musik dari para musisi berkelas, dan kita mampu menata rencana kerja tahunan yang cemerlang. Begitu suasana yang sangat didam-idamkan.

 

 

 

Categories: Nature | Tags: , , , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: