Puisi

Kumpulan Puisi Dari Sahabat


Evi saptriyawati

Setiap kita pasti memiliki sahabat, tentunya sahabat yang memberikan kebaikan pada kita. Aku sendiri memiliki sahabat yang selalu mengirimkan ku puisi-puisi indah, terutama dikala aku sedih, puisi-puisinya selalu memberikan diri ini inspirasi positif untuk bangkit kembali. Perkenalan kami pun secara tidak sengaja, berawal dari sms yang salah nomor tujuan, eh berlanjut menjadi pertemanan. Tapi kini, kami sudah jarang berkomunikasi, ada kesalah pahaman dan kesibukan yang membuat kami miss comunication.

sahabat

Indahnya sahabat dalam pagutan kasih sayang

Untuk mengenang dia, pada hari ini seluruh puisi yang telah dikirimkannya akan ku publish di blog ku.

“““Aku adalah kamu

Kamu adalah aku

Mereka makna sebagai kita

Aku punya kasih

Kamu juga punya sayang

Indah berpagut dalam kasih Sayang

 

Aku adalah cintamu

Cintamu adalah milikku

Aku, Kamu, Dan Cinta

Adalah milik Tuhan

Yang menciptakan Cinta“““

(Senin dini hari , 3 Desember 2007)

Note : Puisi ini dikirimkan tepat pada hari ulang tahun ku yang ke-20.

 

Atas nama Cinta

Tlah ku lukiskan

Segala perasaan cintaku dalam goa-goa kalbu

Hening, lembut, dan Teduh

Menyusup diantara, getar-getar bumi kerinduan

Atas nama cinta

Kuingin mengecup harum sekuntum deritamu

Merekah dalam pagutan kasih dan romantisme yang harmoni

Kaulah impianku yang sangat berarti

Kaulah bahtera tangisku,

Teduhmu berlabuh haru merengkuh sukmaku

Yang tiada duanya.

(13:28:37 on 27 November 2007)

“Duhai, Biduriku

Engkau adalah sang dewi bahagia

Yang berjuntai Kisah Gelisahku

Kencana hatimu bak gemintai kekuatan

Bercahaya dalam kegelapan

Bernyanyi dalam derita

Berterbangan dalam bara api

Kaulah kristal hidupku yang menyala

Di setiap suka maupun duka

Duhai, Biduriku

Engkau adalah primadona cintaku

Yang selalu bertabur bintang keheningan

Dalam kata ada namamu,

Dalam lamun ada sunggingmu,

Dalam igau ada bayangmu,

Desahmu menembus setiap hela nafasku

(09:58:18 on 26.11.2007)

“““Analogi Cinta Buat Aceh“““

Seindah kasih Bunda

Tak kenal sudah

Tak kenal lelah

Tiada Jemu, menuai bahagia

 

Dalam sandaran cinta

Penuh makna,

teduh basuk segenap kalbu,

untukmu Acehku

(12:25:55 on 08.12.2007)

Note: salah satu dari “30 kumpulan puisi Tsunami 2004” terbit 1 Januari 2005

 

Mama,

Engkau adalah matahari Zimmy,

Mama, Kemilau senyummu,

mempesona, dalam dan teduh di belahan hati

Meski untaian nestapa hakimi hidupmu

engkau terus bernyanyi dan menari

memberi yang berarti

(03:04:54 on 09.12.2007)

Note : Puisi yang dikirimkan sebagai ungkapan kerinduannya kepada sang mama yang telah pergi meninggalkannya mengahadap sang Khaliq.

 

Walau aku laki-laki tak berkilau pesona

Ingin rasanya aku memberimu kejujuran cinta

Hingga kau bersemi dalam hati sunyiku

lelap dalam kebahagiaaan

namun ku tak mampu

sebab dikau,

Begitu sulit untuk diwujudkan

(12:40:28 on 10.12.2007)

 

Bagai kisah dongeng KAMUFLASE usang,

kau mencoba bersembunyi dalam untaian manis dan menjemukan

ALHAMDULILLAH aku bukanlah penghamba wanita

dengan jutaan misteri yang kadang ada, kadang tiada.

GOODBYE

(03:11:21 on 13.12.2007)

Note : Puisi ini cocok untuk kamu-kamu yang mencintai seorang gadis, tapi dia sok jual mahal gitu deh ke kamunya…hehehe 😛

 

Saat ini serasa wangi sekali

Sewangi damai yang bersemi

Segenap syukur berseri di hati

Menuai pesona, karunia cinta Ilahi

indah dan hakiki

Dunia tersenyum merekah sukma

Dalam cahya sang surya kegembiraan istimewa.

(01:10:15 on 01.01.2008)

Note : Mengawali tahun baru dengan segenap keindahan dan harapan baru pada sang Ilahi Rabbi 🙂

Melatiku, demi kemarau tanpa awan, tersaput hampa

kulihat rembulan muram termangu, menghempas dikeheningan

disela-sela ratapan runcing hujan yang mematuki kulit bumi

kudengar sayup-sayup separuh hatimu.

Menangis dibelahan malam memanggil-manggil namaku

Memohon sekuntum cinta dan kerinduan yang luput diantara sepucuk kisah romantisme

(17:21:19 on 21.12.20070)

 

Wanitaku…

Pertama kulihat dirimu

Lidah serasa kelu

Melepas pandang

Mencuri waktu

Menahan perasaan tak menentu

Sungguh tak mampu menyimpan keindahan mu

Wanitaku…

Entah mengapa

Aku lunak pada mu

Terpesona dan bahkan mengagumi dirimu

Engkau muda, cantik, dan teduh

Membuai angan menjadi kekasihmu

Berlabuh dalam kencana

Senyum sang rembulan malam

yang benar-benar menggelisahkan

(13:01:49 on 20.12.2007)

Semburat binar cahya

Dewi Bulan, Dewa bintang

Bahagiakan awal pagi ini

Pancaran pagi nirwana

Bertahta warna romantisme

Dunia Genap Senyuman

Terindah membagi makna

Kenangan hidup Penuh cinta

 

Semua puisi diatas merupakan karya sahabat ku Zimmy Pujangga yang memiliki nama asli Kicky Aslan. Seorang pria yang menyukai keserhanaan dan keindahan seni. Untuk sahabat ku, terimaksih atas semua puisi-puisi indah mu 🙂

 

Advertisements
Categories: Puisi | Tags: , , , , | 5 Comments

Kembalinya Jiwa Yang Tenang


Evi saptriyawati 2010

photo celotehandessy.multiply.com

 

Ketenangan jiwa

ketentraman hati

Kejernihan pikiran

Semangat baru dengan jiwa yang baru

Yang pebuh kecintaan Pada Rab.

Jiwa ku terhanyut bagai butiran pasir

Yang tersapu air laut

Jiwaku masuk ke dalam penghambaan yang begitu dalam

Akulah pasir itu.

Pasir yang jiwanya terbakar teriknya matahari kehidupan

Pasir yang selama ini terinjak oleh perubahan jaman

Akulah pasir itu

Akulah hamba Mu Rab

Hamba-Mu yang dari dulu merindukan Mu

Tapi entah mengapa sekarang Rindu itu begitu dalam

Memacu adrenalinku untuk mengingat-Mu

Memacu detak jantung untuk slalu merindu-MU

Membawa aliran darahku untuk slalu berzikir pada-Mu

Rab…itulah aku

Seorang hamba-Mu yang mencintai Mu lebih

Masa lalu adalah masa lalu

Biarkanlah masa lalu ku menjadi milik-Mu

Kukembalikan semuanya pada Mu Rab Ku

Kupasrahkan Hidup dan matiku pada MU

Ku percaya, Engkau akan memberiku yang terbaik

Pada Mu kuberharap, Pada Mu kumengadu

Pada Mu kuberserah diri

Pada Mu jua kusandarkan segalanya

Hanya Ridha Mu yang kupinta

Amin.

(Evi saptriyawati)


Categories: Puisi | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Hujan


kala Hujan datang
Mata pun Terpejam
Tak terdengar suara lain
Selain suara tetesan mu dari langit

Burungpun terdiam di peraduannya
Tak mampu terbang
Walau hanya sekedar mengepakkan sayapnya di udara
Dan bermain bersama awan

Saatnya sang bulan dan bintang
beradu kasih dalam peraduannya
Tak dapat memancarkan
Sinar indahnya

(Karya: Evi Saptriyawati 2010 – 18.00 WIB)

Categories: Puisi | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: