Menikmati Kopi Dalam Udara Bersih di Belahan Bumi Eropa


Evi saptriyawati

 

suasana cafe open air

Suhu yang berkisar di antara 17-23 derajat celcius, udara yang bebas tanpa polusi, semilir angin yang berhembus lembut, menyejukkan setiap hati dan pikiran para penikmat kopi yang sedang duduk di sejumlah kafe seputaran kota Eopa. Sembari bercanda gurau, melepaskan lelah sejenak, mereka menikmati secangkir kopi, atau teh, yang ditemani dengan cemelin seperti kentang goreng, burger, atau kue apel. Tapi sayangnya, pemandangan seperti ini jarang bahkan hampir tidak kita temui di Jakarta. Lihat saja ibu kota kita tiap harinya dipenuhi oleh polusi yang berasal dari kendaraan. Asap kendaraan yang menggempul di udara, kebisingan, ini bukanlah suasana yang pas untuk menikmati seteguk kopi.

Di Eropa sana udara begitulah bersih, apalagi kita bisa melihat para wanita dan pria yang cantik dan tampan hilir mudik di trotoar kota yang besih, sembari menyebarkan wangi parfum mereka yang acap kali mengelus sukma dan memberi inspirasi baru tentang hal konstruksif. Warna lain yang sangat dominan adalah betapa banyaknya pengendara sepeda hilir mudik di berbagai penjuru kota. Mereka hidup damai, mobil-mobil mewah dan sepeda berjalan beriringan dan dan saling berbagi jalan dengan sangat luks. Kapan ya pemandangan seperti ini dapat kita temukan di Indonesia?

Pemandangan seperti ini sangat lah kental di Marien Platz Munich, di antara kafe open air itu, ada masyarakat dari berbagai latar belakang berbaur dalam suasana yang sangat nyaman. Sinar matahari menyentuh tubuh para pengguna kafe., tetapi sengatnya tak begitu terasa, tertupi oleh semilir angin yang memberikan kesegaran penuh. Yang menariknya lagi, di antara kafe, pejalan kaki, dam pesepeda, terdengar alunan musik yang amat merdu. Ada tiupan suling yang sangat bening, permainan saksofon, biola, dan gitar yang mengalunkan  suara indahnya. Para pemain memainkannya di areal masing-masing, akan tetapi bunyi-bunyian yang keluar dari permainan alat musik mereka menyatu dalam suasana yang hangat.

Suasana di Marien Platz ini agak mirip dengan suasana di kafe-kafe di Kota Hawai, Kuba. Hangat, penuh dengan lantunan musik, tetabuhan gendang, dan pengamen bersuara emas. Suara pengamen disana mampu membelai jantung, mengusap sukma, begitu merdu, hangat, dan mereka bisa bernyanyi dengan raut penuh perasaan, dan bibir yang selalu menyebarkan senyum. Alangkah nikmat ngopi di Havana, di antara alunan musim dan udara yang tentu saja bersih.

Di Amsterdam, kafe-kafe di udara terbuka seperti ini juga banyak kita temukan. Akan tetapi kota ini begitu kurang tenang, sesekali kebisingan mengusik.  Yang indah adalah arus sepeda yang menakjubkan. Pria, wanita, Tua, Muda, mengayuh sepedanya dengan kecepatan rata-rata di atas 25 km/jam. Jalan di Amsterdam tidak selebar jalan di Swiss, Jerman, bahkan Belgia, sehingga tidak jarang para pengendara sepeda sering berebut jalan.

Kafe Open Air ini dapat dilakukan apabila udara lingkungan kita bersih, mal mampu menyediakan areal menyenangkan untuk kafe berkelas. Para pengendara kendaraan bermotor juga harus minim. Lebih baik banyak pejalan kaki, bersepeda, atau menggunakan kendaraan umum. Masyarakat berdomisili di superblok, kemana-mana cukup berjalan kaki dan bersepeda. Para filsuf Jerman, dan para penyair Inggris kerap menjadikan kafe sebagai instrumen mereka berkarya. Telinga kita selalu dibisikkan oleh alunan musik dari para musisi berkelas, dan kita mampu menata rencana kerja tahunan yang cemerlang. Begitu suasana yang sangat didam-idamkan.

 

 

 

Categories: Nature | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: