Pola Pengasuhan Anak “Like Father-Like Son”


Evi Saptriyawati

ayah dan anak
Photo of Saptriyawati

“Sebagai Imam keluarga, ayah akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti tentang apa yang telah diperbuat pada anak-anaknya”

Ayah seorang figur yang kuat dan penuh tanggung jawab. Tak pernah mengenal lelah dalam berjuang memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Entah mungkin masih banyak lagi figur seorang ayah dimata kita, yang paling utama, sebagai imam dalam Rumah Tangga. Rumah tangga yang baik adalah rumah tangga yang memiliki pemimpin yang baik pula. Andaikan ia tidak seperti Nabi kita Rasullullah Saw. setidaknya, sedikit banyaknya sifat Nabi bisa menjadi teladan bagi epala rumah tangga. Walaupun saya belum menikah setidaknya disini saya ingin sidikit mengupas tentang Figur seorang Ayah dalam membentuk watak dan figur seorang Anak. Akan menjadi siapa dan apa dia, ini semua tidak lepas dari peran kedua orang tua dalam mendidik dan membimbing, terutama sosok Ayah. Sebelumnya saya akan mengajak teman-teman melihat sosok Rasulullah sebagai Ayah Visioner.

Rasulullah merupakan sosok Ayah yang mau meluangkan sedikit waktu di tengah-tengah tugas mulianya menyebarkan agama ALLAH, untuk bermain dengan anak-anaknya, mau mengasuh, bahkan hal ini Beliau lakukan juga terhadap cucu-cucunya. Begitulah kecintaan Nabi terhadap buah hatinya. Masih adakah jaman sekarangg kita melihat hal seperti ini, meluangkan sedikit waktu kita demi anak-anak tercinta? Kerap saya lihat banyak orang tua yang lebih memnetingakn urusan kantor ketimbang urusan putra-putrinya, tak heran juga bila banyak anak-anak yang terkadang kurang kasih sayang bahkan mampu melakukan hal-hal ynag diluar batas, seperti memakai narkoba. Semoga kita tergolong orang tua yang mampu meneyeimbangkan urusan keluarga dan karir. AMIN

Semua yang dilakukan Rasulullah terhadap anak-anak dan cucu-cucunya merupakan sebuah mainstream, yaitu perlawanan terhadap suatu tradisi dimana peran pengasuhan anak berada pada Ibu. Namun, Rasulullah telah melakukan suatu perubahan dengan maksud membuka mata hati semua ayah untuk juga bisa melakukan hal yang sama terhadap anak-anak mereka. Sekaligus menunjukkan akhlak dan perilaku-perilaku beliau.

Pernah suatu hari dikala Rasulullah tengah mengendong seorang bayi, lalu bayi tersebut mengencingi gamisnya, seorang sahabat langsung merenggut bayi tersebut dari gendongan Rasul seraya meminta maaf. Namun, Rasulullah tidak marah. malah dengan mulianya beliau mengatakan kepada sahabat, bahwa kencing si Bayi yang mengenai anaknya bisa dihilangkan dengan mencuci gamis tersebut, tetapi kaget si bayi yang direnggut dengan terburu-buru tidka dapat mudah digantikan dengan apapun. Karena kaget tersebutlah yang akan membekas. Sungguh muulianya engakau ya Rasull. Beliau mengajak kita untuk tidak berlaku kasar terhadap anak, besarkanlah anakmu dengan kasih sayang.

“Like father like son” Sebagaimana Bapak, begitu Pula anaknya

Pepatah Arab mengatakan ‘ Man yusyabihu abahu fa ma dzalam ‘ Anak yang menyerupai orang tuanya tidak bisa dikatakan telah berbuat kejahatan

Dari kedua pepatah di atas tentunya dapat kita simpulkan bahwa ayahlah yang paling dominan memberikan pewarnaan terhadap kepribadian anak. Peran ibu tentu tidak dapat diabaikan, bahakan sangat penting dalam membentuk alam bawah sadar anak sejak dari dalam kendungan hingga selama masa penyusuan dan perwatan ketika masih balita.

Bila berbicara tentang sifat dominan, saya jadi teringat pelajaran genetik di jurusan. Dimana sifat dominanlah yang akan menutupi sifat resesif yang diturunkan dari Ibu. Bila sang anak mewarisi gen XY, walaupun masing-masing X dan Y berjumlah satu, maka anak yang akan tercipta atas Kehendak ALLAH adalah anak dengan jenis kelamin Lelaki. Karena disini gen Y lah yang paling dominan. Gen Y ini berasal dari ayah. Tidak pula tercipta anak dengan jenis kelamin “banci” . Subhanallah, betapa besar kuasa ALLAH. Ini hanyalah seklias intermezo, mari kita lanjut kembali😀

Seketika setelah anak beranjak memasuki usia tamyiz, yaitu ketika memasuki usia enam atau tujuh tahun ke atas, saat anak sudah mulai mengenal dan bisa memahami perbedaan anatara benar dan salah, peran pengasuhan dan pendidikan seorang ayah lah yang paling domianan mewarnai kepribadian dan pola pikir anak.

Orang bijak berkata jika hidup dalam kritik, anak belajar megutuk; dididik dalam kekerasan, ia belajar berkelahi; dibesarkan dalam pembodohan, ia belajar menjadi pemalu; ketika selalu dipermalukan, ia belajar terus merasa bersalah, begitu pula sebaliknya. Jika hidup dalam toleransi, anak belajar menjadi sabar; jika selalu dimotivasi, ia belajar menjadi percaya diri; diberi penghargaan sewajarnya, ia belajar mengapresiasi; dibesarkan dalam rasa adil, ia belajar keadilan; hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin; selalu diberi persetujuan dan dukungan secara rasional, ia belajar menghargai diiri sendiri; dan ketika dibina dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar mencari cinta di seluruh dunia.

Para ayah yang acuh tak acuh dalam memelihara dan mendidik anak, sesungguhnya telah berkelakuakn menyimpang terhadap anak-anaknya. Orang tua sebagai pembentuk internal lingkungan keluarga adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap keterbentukan kepribadian anak. Sebagaimana Rasulullah menggambarkannya salam sebuah kalimat “Setipa anak terlahir dalam keadaan suci, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang nasrani, yahudi, atau bahkan, majusi” [HR. al-Bukhari & Muslim]. Di akhirat kelak, para ayah akan dimintakan pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka perbuat bagi anak-anaknya, sebelum sang anak sendiri dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka perbuat terhadap ayah dan dirinya sendiri.

Dalam Al-Quran sendiri telah terbingkai hak-hak yang mesti dipenuhi orang tua terhadap anak-anaknya.

  1. QS. at-Tahrim/66:6, yang mengatakan kewajiban orangtua memberikan perlindungan kepada keluarga dan anak keturunannya dari berbuat dosa dan jahat yang akan menjerumuskan mereka ke dalam murka ALLAH dan siksa api neraka.
  2. QS. an-Nisa’/4:9. Ayat ini menegaskan kewajiban orangtua terutama Ayah, untuk melakukan hal-hal yang memberdayakan anak keturunannya, terutama secara ekonomi, agar tidak menjadi generasi yang lemah di kemudian hari.
Dari kedua prinsip, selain memberikan nafkah terhadap anak dan istri, menyusui anakpun kewajiban sang Ayah. Nah? Bingung kan? Mari kita simak QS. Al-Baqarah/2:233 yang artinya, sang ayahlah yang berkewajiban memenuhi kebutuhan nutrisi anaknya. Dalam pandangan fikih islam, hal ini merupakan suatu bentuk sikap derma, charity atau ihsan yang berpahala besar, bukan lah kewajiban.
Apa yang dilakukan Rasulullah merupakan contoh teladan yang baik dalam kehidupan rumah tangga. Setelah anak-anaknya lahir Rasulullah tidak henti-hentinay memebrikan perhatian dan perlindungan penuh kepada anak dan istrinya. Bahkan tak jarang beliau membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Rasulullah merupakan sosok Ayah yang penuh kasih sayang, hangat, dan selalu ada di tengah-tengah anaknya untuk membimbing, melindungi, dan berbagi dengan mereka. Beliau selalu ada ketika keluarga memerlukan beliau.
Demi sang anak, maka berikanlah teladan dan contoh yang baik bagi putra-putri kita. Kelak mereka pula yang akan menolong kita di akhirat kelak. Mmeberikan pola pengasuhan dan pendidikan yang baik, juag nafkah yang halal tentunya. Sebagai anak tentunay kita harus berbakti pada kedua oarang tau kita, tegakah kita mengelincirkan kedua orang tua kita ke neraka, saya yakin tentu saja tidak. Berdoa yang terbaik untuk kedua orang tua, dan teruslah berdoa, semoga kelak jika kita menjadi orang tua, agar mampu mengemban tugas mulia sebagai ibu/ ayah.
Categories: gaya hidup, Ibu dan Anak | Tags: , , , , , , | 43 Comments

Post navigation

43 thoughts on “Pola Pengasuhan Anak “Like Father-Like Son”

  1. Rasulullah memang tauladan yang sangat sempurna….

    mudah2an artikel ini bisa mengingatkan buat kita semua/, meskipun belum bisa dipraktekkan setidaknya dijadikan bahan pembelajaran untuk bekal nanti..😀

  2. Bener Mas, Ayah adalah khalifah di RT dan dia harus bisa menjadi seorang yang arif dan Bijaksana,,dan kita tidak akan pernah menjejakin tauladan Rasullullah karena kita manusia biasa tapi sebagai Ayah akan mencoba untuk menuju kesana dan bisa menjadi tauladan bagi anak – anak yang kita miliki.

  3. baru ngeh udah ganti kulit ternyata ini blog😀

    moga nanti dapat gen XY deh, kan gak jadi rumus ruang, kalau ruang pasti xyz dan masih banyak lagi hahaha

    ~Rasulullah teladan pemimpin bukan saja bagi satu umat tetap untuk seluruh manusia di dunia. Subhanallah🙂

    • mulai dari twiit sampai blog ganti kulit, untung orangnya tidak wakaka

      AMIN AMIN AMIN YA ALLAH, semoga saya cepat dipertemukan dengan gen XY saya😀

      Yups teladan seluruh umat itulah RASULULLAH Saw.

  4. yupz, ga ada sosok lain yang bisa kita jadikan teladan kecuali beliau🙂

  5. tulisannya panjang banget dan bener2 ditulis dg serius sekali sepertinya

    sedang nyari figur sosok seorang ayah bg anak2mu yah Vi?😀
    he3x

    intinya: setujuuuuuuuuuuuuuuuuh sekali !

  6. waahh saya sangat setuju dengan kata2 bijak diatas.

    “ jika hidup dalam kritik, anak belajar megutuk; dididik dalam kekerasan, ia belajar berkelahi; dibesarkan dalam pembodohan, ia belajar menjadi pemalu; ketika selalu dipermalukan, ia belajar terus merasa bersalah, begitu pula sebaliknya. Jika hidup dalam toleransi, anak belajar menjadi sabar; jika selalu dimotivasi, ia belajar menjadi percaya diri; diberi penghargaan sewajarnya, ia belajar mengapresiasi; dibesarkan dalam rasa adil, ia belajar keadilan; hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin; selalu diberi persetujuan dan dukungan secara rasional, ia belajar menghargai diiri sendiri; dan ketika dibina dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar mencari cinta di seluruh dunia.

    apa yg kita ajarkan kpd anak secara lgsung atau tdk langsung itu akan di cerna oleh si anak dan akan dibawa nya sampai ia dewasa.

    • yups, maka nya jangan pernah memberikan contoh yang bruruk apalagi berbuat kasar pada anak, ntar malah diconoth

      Salam kenal, makasih telah berkunjung😀

  7. saya dpt pelajaran banyak dari sini,semoga saya dan suami bisa meneladani Rasul untuk mendidik anakku.

  8. Semoga para ayah baca postingan ini dan tercerahkan….

  9. Mari kita mendidik anak2 kita dengan baik sehingga dapat membawa manfaat bagi agama, lingkungan, bangsa dan negara sebagai generasi penerus yang soleh/solehah

  10. perhatian dan kasih sayang mmg sanagt diperlukan, kaum lelaki yg jarang bgt ngelakuin hal ini ya sob, mrk cm sibuk kerja2 n kerja trs…….

    salam persahabatan selalu dr MENONE

    • terkadang mereka berpikiran bahwa parenting itu hanyalah tanggung jawab ibu saja, padahal peran keduanya sangatlah penting.
      salam persahabatn pula dari evi😀

  11. alhamdulillah….
    memetik pelajaran penting dari postingan ini
    makasih banyak ya….

    betapa diri ini, meski tertatih
    berusaha meneladaninya

  12. Jarang saya menemukan psotingan tentang mendidik anak oleh ayah, postingan yang sangat menarik

    awalnya saya mengira pemilik blog ini adalah orang yang terdapat pada foto di postingan ini😀
    salam kenal mba🙂

  13. Syahru

    Bagaimana pun anak2 kita adalah pemimpin dmasa depan.
    Nice post B-)

  14. Salam kenal buat ayah …
    Sebagai sama-sama seorang ayah, pesan di artikelmu sangat mengena dan yah itulah seorang ayah …

    Yang terpenting adalah sang istri bisa menjaga agar sang ayah bisa tetep dijalan yang benar ketika langkah kaki sudah mulai berbelok …
    :mrgreen:

    • maslahnya saya bukan cwo dan saya bukan seorang ayah,,nantinya pun akan menjadi seorang ibu,,,duch mas, nama saya kan nama cwe..piye to😀

  15. Citra W. Hapsari

    bismillah,..semoga kita bisa menjadi orang tua yang hebat,dunia akhirat🙂

  16. Citra W. Hapsari

    wah,bener2….hmmm,…semoga kita smw bisa jd ortu inspiratif dunia akhirat,..wahai para ayah dan calon ayah,..bentuklah krakter anakmu mulai dari membentuk karaktermu sekarang,hehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: