Indonesia Eximbank Angin Segar Bagi Pembangunan


Evi saptriyawati

 

Logo Eximbank Indonesia | photo bexi.co.id

Seiring dengan perubahan nama Bank Ekspor Indonesia (BEI) menjadi Eximbank, peran dan fungsinya juga ikut berubah, yaitu makin fokus pada pembiayaan ekspor. Perubahan nama ini menjadi bagian dari sejarah industri ekspor nasional. BEI resmi disetujui pada 16 Desember 2008, bertepatan dengan pengesahan Undang-Undang (UU) Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) oleh DPR RI. Dan disahkan oleh Presiden pada 12 Januari 2009.

LPEI yang juga dikenal sebagai Indonesia Eximbank merupakan lembaga khusus yang didirikan guna mendukung usaha pengembangan sektor perdagangan luar negeri dengan menyalurkan pembiayaan ekspor nasional. Pembiayaan yang ditawarkan berupa usaha pembiayaan prapengapalan bagi eksportir, pembiayaan pra dan pascapengapalan kepada para eksportir melalui bank, pembiayaan ekspor, dan layanan asuransi ekspor.

Selain diberikan kepada eksportir domestik, pembiayaan  bisa diperoleh oleh buyer luar negeri. Eximbank juga bisa memberikan pembiayaan buyer’s credit untuk impor barang produksi Indonesia, penjaminan, serta jasa konsultasi berkaitan dengan pembiayaan perdagangan luar negeri. Peran lain yang dimainkan adalah sebagai autonomous sovereign entity yang memiliki akses pada pendanaan dari sumber-sumber resmi, termasuk pasar internasional dengan biaya relatif rendah.

Di negara lain, lembaga yang umum sebagai export credit agency (ECA) atau eximbank ini memiliki peranan yang cukup besar dalam mendorong aktivitas perdagangan internasional. Ia merupakan badan hukum public ynag dibentuk pemerintah suatu negara. lembaga ini didirikan secara khusus untuk memberikan pembiayaan atau penjaminan guna mendorong dan meningkatkan ekspor negara yang bersangkutan.

Thailand eximbank misalnya, lembaga pembiayaan ekspor Negeri Gajah Putih ini membagi kegiatannya dalam lima kategori besar:

  1. Working capital loans, seperti pembiayaan pre-shipment (dalam dolar Amerika, Bath, dan Yen), kredit ekspor, dan pembiayaan fasilitas untuk re-ekspor.
  2. Term bans, seperti pembiayaan jangka panjang untuk barang-barang ekspor dan untuk perusahaan yang berorientasi ekspor yang ingin mengembangkan sayap.
  3. Financing for overseas project, terutama proyek-proyek infrastruktur.
  4. Export credit insurance, seperti asuransi kredit eksport untuk jenis pembayaran melalui letter of credit (L/C), D/P, D/A, dan O/A, serta asuransi untuk pembelian atau bank.
  5. Export advisory service atau jasa konsultasi, termasuk perjanjian perdagangan bilateral dengan negara-negara lain, seperti Malaysia, Bangladesh, dan Iran.

Perubahan BEI menjadi Indonesiam Eximbank, membuat lembaga ini menjadi lebih fleksibel dan memiliki kewenangan baik kepada eksportir maupun importir. Untuk memenuhi sumber dananya, LPEI mengandalkan penerbitan surat-surat berharga dan pinjaman berjangka pendek, menengah dan panjang yang diterima dari pemerintah negara lain, lembaga keuangan multilateral, serta bank-bank domestik dan luar negeri. Di luar-luar sumber dana tersebut, undang-undang (UU) juga membuka ruang bagi LPEI untuk mengelola hibah dan penempatan dana dari BI. Untuk leader Of The Last Resort, LPEI bergantung pada pemerintah.

 

Penghargaan Dari BI kepada LPEI | photo bexi.co.id

Sadar dengan keleluasaan yang diperoleh dari status sovereign, LPEI akan menerapkan aturan kehati-hatian untuk praktik banking yang dilakukan. Standar yang digunakan adalah Basel II, seperti yang dianut industri perbankan di Indonesia. Sehinggai investorpun akan memiliki standar persepsi yang sama tentang praktik kehati-hatian di LPEI. Setelah beroperasi penuh, LPEI akan menyediakan 3 jasa pendukung ekspor:

  1. Jasa pembiayaan, meliputi pembiayaan investasi dan modal kerja untuk mendukung kegiatan ekspor.
  2. Penjaminan, antaralain penjaminan exsport payment bagi eksportir Indonesia, export performance bagi importir di luar negeri, export performance bagi bank yang menyediakan ekspor bagi eksportir Indonesia, dan juga performance guarantee untuk memnuhi persyaratan tender di luar negeri.
  3. Asuransi. Fasilitas ini disediakan untuk eksportir bila jasa fasilitas yang dibutuhkan tidak disediakan lembaga asuransi yang lain.

Ide dasar operasi LPEI adalah filling the gap. Salah satunya mengarah pada upaya memenuhi kebutuhan eksportir dari kalangan pengusaha kecil dan menengah. Pemerintah juga dapat menunjuk LPEI untuk menjalankan program yang bersifat national interest untuk keperluan membangun infrastruktur ekonomi yang kondusif.

Sebagai bagian dari upaya mendukung kegiatan penyaluran pembiayaan dan penjaminan, pada 2009, Indonesia Eximbank akan menerbitkan surat berharga jangka panjang dan memberikan pinjaman dalam rupiah dan valuta asing sebagai struktur pendanaannya. Indonesia eximbank yanmg dikawal oleh dewan direktur yang terdiri atas Wakil Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, Departemen Pertanian, dan para profesional, diharapkan kedepannya mampu menjadi one stope service bagi perdagangan internasional Indonesia melalui penyediaan pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi.

Categories: Lintas Cakrawala | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: