Pemeriksaan Dini Kesehatan Payudara


Evi saptriyawati

Deteksi dini mencegah kanker payudara | photo pinkyhealth.org

 

Payudara bagi wanita bukannya perhiasan tubuh semata, ia memiliki banyak peranan yang sangat penting. Salah satunya ia sebagai sumber ASI bagi sang bayi. Maka kesehatannyapun mutlak dijaga. Ragam masalah kesehatan payudara kerap terjadi pada sebagian besar wanita Indonesia, mulai dari benjolan kecil yang tidak ganas atau sering disebut “penyakit payudara fibrokistik”sampai benjolan besar yang dapat menyebabkan kanker payudara. Namun biasanya payudara yang berbenjol berkaitan erat dengan hormon yang bersiklus, terutama ketika memasuki masa haid, payudara akan tersa sakit atau keras. Jika kulit disekitar benjolan tampak merah atau memar-memar, itu mungkin pertanda fat necrotis yang secara harfiah merupakan matinya jaringan lemak.

Payudara yang berbenjol merupakan pertanda kista (kantong pebuh cairan) dan fibroadenoma (massa solid). Kedua jenis benjol ini terasa bulat, kecil, keras, dan keduanya cenderung bergerak di bawah kulit saat ditekan (terkadang fibroadenoma sering berpindah-pindah sehingga dijuluki breast mice). Fibroadenoma biasa terjadi pada gadis remaja dan akan membesar selama masa kehamilan dan menyusui. Pada perempuan lanjut usia akan merasakan lebih banyak kista di masa akhir menopause, jika mereka sedang menjalani terapi sulih hormon, atau jika mereka sangat kurus.

Tanda-tanda klasik kanker payudara :

  • Payudara merah, bengkak, terasa hangat jika disentuh, merupakan tanda kanker payudara agresif inflammatory breast cancer (IBC), ditandai dengan adanya radang.
  • Peau d’orange kulit payudara dengan permukaan agak berlesung dengan lekukan-lekukan kecil, mirip kulit jeruk perut.
  • Payudara terasa keras atau sakit, terasa seperti terbakar, gatal, atau nyeri, terjadi perubahan bentuk payudara, dan puting yang masuk ke dalam.
  • Puting yang keras atau bersisik
  • keluarnya darah dari puting
  • Payudara yang kemerahan atau membengkak
  • Asimetri payudara
  • Luka atau borok yang tidak sembuh

Dari total keseluruhan wanita yang pernah keluar cairan abnormal dari putingnya, kurang dari 10% sebenarnya terkena kanker payudara. Namun, semakin tua usia seorang perempuan, semakin mungkin pengeluaran cairan dari puting itu akan menjadi satu-satunya tanda kanker payudara padanya.

Walaupun jarang, kanker payudara juga dapat diderita oleh laki-laki. Bila terditeksi sejak dini kanker payudara dapat segera diatasi. Kita sebagai seorang wanita harus rajin memeriksa dan medeteksi atas setiap perubahan yang terjadi pada payudara. Berikut langkah-langkah deteksi dini yang dapat Anda lakukan sendiri dirumah:

  • Apabila kedua payudara Anda terasa nyeri pada 10 hari menjelang masa haid Anda, maka kemungkinan penyebab nyeri tersebut akibat perubahan tingkat hormon. Terkadang hal ini berkaitan dengan simton lain sindroma pra-haid, misalnyaperubahan emosi dan menjadi doyan makan. Namun apabila nyeri ini terjadi bukan pada 10 hari menjelang masa haid, mungkin ini merupakan gejala awal kehamilan bagi Anda yang telah menikah. Bila tidak sedang hamil, walupun kecil kemungkinan ini hal serius yang harus diperiksakan ke dokter.
  • Apabila kedua payudara Anda tidak terasa nyeri namun ada bagian merah di salah satu payudara, kemungkinan Anda menderita mastitis (radang payudara). Biasanya hal ini akibat infeksi dan jarang dialami oleh wanita yang tidak sedang menyusui. Bagi perokok hal ini kerap terjadi. Dokter akan meresepkan antibiotika untuk mengatasi infeksinya. Mastitis berulang kemungkinan memerlukan tindakan bedah untuk mengangkat saluran ASI yang terkena.
  • Jika Anda berusia dibawah 20 an, tidak merasakan payudara yang nyeri, tidak ada merah pada salah satu bagian payudara, namun ada benjolan di salah satu payudara, kemungkinan itu adalah benjolan fibroadenoma, suatu pertumbuhan non-kanker, namun segaeralah periksa ke dokter. Benjolan kecil mungkin tidak memerlukan perawatan, namun benjolan besar perlu dibuang melalui suatu pembedahan.
  • Apabila Anda berusia di atas 20 tahun, memiliki benjolan pada salah satu bagian payudara, maka kemungkinan ini penyebab pertumbuhan non kanker atau kista yang perlu diperiksa ke dokter.  Dokter akan menyarankan tindakan momografi, scan ultrasonik, atau aspirasi untuk memeriksa kemungkinan kanker. Penanganan benjolan kanker pada beberapa kasus tidaklah diperlukan, namun sangat disarankan untuk mengangkat benjolan tersebut.

 

 

Categories: Kesehatan | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: