Cara Mendeteksi Kanker Payudara


Evi saptriyawati

Berbagai cara untuk mendeteksi kanker payudaradapat dilakukan secara medis maupun manual (pemeriksaan sendiri). Secara medis pemeriksaan ini disebut sebagai “tes rangkap tiga” .

  1. Pemeriksaan klinis yang dilakukan oleh profesional pelayan kesehatan.
  2. Mamografi menggunakan sinar X untuk mendeteksi wilayah abnormal jaringan payudara, untuk memeriksa jaringan, mendeteksi gejala kanker payudara, dan juga meneliti benjolan payudara. Mamografi disarankan setiap 3 tahun sejak usia 50-65. Payudara diletakkan dimesin sinar X dan ditekan agar jaringan payudara bisa terlihat oleh sinar X. Berkas sinar X disorot kesetiap payudara. Prosedur ini kurang nyaman, namun selesai dalam beberapa detik. Bila terdeteksi ketidak-normalan, perlu dilakukan tes lanjut, seperti aspirasi untuk memastikan penyebab ketidaknormalan tersebut.

3. Biopsis no-operasi atau yang dikenal juga dengan aspirasi benjolan payudara. Aspirasi ini mencakup membunag sel atau cairan dari benjolan payudara memakai jarum dan tabung suntik. Bila benjolan padat, sel-selnya akan terkumpul di jarum. Lalu sel-sel itu akan diperiksa di laboratorium untuk diperiksa dengan mikroskop. Teknik ini bisa mengidentifikasi apakah sel tersebut bersifat kanker. Bila yang tersedot ke dalam jarum cairan, diagnosa yang mungkin adalah kista payudara. Prosedur ini cukuplah sakit, namun bisa selesai kurang dari satu menit. Selama pelaksanaan, jarum halus pada tabung suntik dimasukkan ke dalam benjol payudara. Kemudian sel atau cairan ini ditarik dengan hati-hati. 

Bila hasil salah satu pemeriksaan di atas positif, maka evaluasi lebih lanjut harus segera dilakukan. Bukan hanya benjolan yang perlu diperiksa, tapi rembesan atau setiap perubahan dalam bentuk, ukuran, kulit, atau sensai juga perlu dilakukan.

Secara manual dapat dilakukan sendiri dirumah dan harus rutin dilakukan, agar dapat mendeteksi gejala kanker payudara sejak dini. Bila rajin diperiksa, maka Anda akan mengenali bentuk dan rabaan payudara sendiri dan bisa segera mendeteksi bila terjadi kelainan. Periksalah payudara di depan cermin, amati adakah perubahan bentuk, ukuran, perubahan puting, maupun kerutan di kulit. Lalu, sambil berbaring atau berdiri, letakkan satu tangan di belakang kepala, raba payudara di sisi tersebut dengan gerakan berputar.  Raba seluruh payudara, termasuk puting dan ketiak. Ulangi pada payudara yang satu lagi. Bila menemukan perubahan apapun silahkan hubungi dokter Anda.

 

photo | lisaslookups.com

   

 

Categories: Kesehatan | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: