Gunung Es di Bulan Saturnus


Evi saptriyawati

 

photo mediaindonesia.com

UNTUK pertama kalinya, para ilmuwan kini memiliki bukti kuat keberadaan gunung es di Titan, bulan terbesar di Planet Saturnus. Demikian hasil penelitian terbaru yang dirilis Selasa (14/12).

Seperti lava biasa, gunung ini dapat memuntahkan air es, hidrokarbon atau berbagai bahan lainnya ke atmosfer tebal Titan.

Keberadaan gunung es semacam itu bisa membantu memecahkan beberapa misteri tentang siklus karbon Titan. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan bahwa ada kehidupan di bulan raksasa itu.

“Kami akhirnya memiliki beberapa bukti bahwa Titan adalah dunia yang aktif,” kata Randy Kirk, seorang ahli geofisika AS di Flagstaff, Arizona, Selasa (14/12).

Banyak ilmuwan berpikir gunung es juga dikenal sebagai cryovolcanoes, mungkin hampir sama dengan bulan yang dingin dari luar tata surya.

Penelitian sebelumnya telah menawarkan petunjuk bahwa Titan, bulan terbesar Saturnus, mungkin merupakan pelabuhan cryovolcano juga. Penemuan baru ini menjadi bukti kuat hadirnya gunung es untuk pertama kalinya.

Kirk dan rekan-rekannya menggunakan pengamatan yang dilakukan oleh pesawat ruang angkasa Cassini NASA di orbit sekitar Saturnus. Menggunakan radar dengan visual dan inframerah, menampilkan instrumen pemetaan Spektrometer. Cassini mengambil gambar rinci daerah sekitar Titan yang dikenal sebagai Sotra Facula.

Foto-foto ini menangkap tiga gambar kerucut besar dengan materi yang mengalir dari gunung es itu. Selain itu, juga tampak beberapa lubang.

Puncak gunung es itu diperkirakan tingginya sekitar 3.280 sampai 4.921 kaki (1.000 sampai 1.500 meter). Salah satu lubang memiliki kedalaman sekitar 4.921 kaki (1.500 meter).

Secara keseluruhan, bentuk lahan ini mengarah ke sebuah gunung es atau cryovolcano.

“Ini benar-benar kombinasi fitur yang membuat kita berpikir kita telah menemukan bukti yang baik dari sebuah gunung di Titan,” kata Kirk.

Secara teoritis, lubang yang dalam bisa jadi merupakan sebuah kawah. Tapi teori ini dibantah oleh peneliti lain.

“Sangat jarang ada kawah di Titan,” kata Jeffrey Kargel dari University of Arizona, yang tidak terlibat dalam penelitian baru. “Tapi Cryovolcanism adalah penjelasan yang terbaik, dalam pandangan saya

Categories: Ilmu Pengetahuan | Tags: , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: