Tanaman Obat


Evi saptriyawati 2010

TINJAUAN PUSTAKA

Tanaman obat adalah jenis tanaman yang salah satu, beberapa atau seluruh bagian tanaman (daun, bunga, buah, batang, akar, umbi,rimpang, biji, dan getah), mengandung senyawa aktif yang dapat memberikan pengaruh atau khasiat terhadap kesehatan, yaitu sebagai pemelihara, pencegahan dan penyembuh dari suatu penyakit (Gunarto 1999). Pengobatan dengan bahan alam ini biasanya tidak tertuju pada bagian tubuh tertentu, tetapi pada keseluruhan tubuh karena bahan-bahan yang berkhasiat dalam suatu tanaman berbentuk senyawa kompleks (Sutarno dan Atmowidjojo 2000).

Beberapa tanaman obat Indonesia yang telah banyak digunakan sebagai bahan baku industri obat atau jamu antara lain, (a) dari Simplisia rimpang : temulawak, temugiring, temuitem, jahe, kunyit, kencur, bangle, lempuyang; (b) dari simplisisa daun : jati belanda, kumis kucing, tempuyang, kemuning, lidah buaya; (c) dari simplisia kulit batang kayu : pulesari, pule, kayu rapat; (d)  dari simplisia bunga, buah, dan biji: bunga srigading, buah adas, buah kapu laga, buah cabe jawa, dan biji kedaung. Keuntungan menggunakan tanaman obat dari tumbuhan ini adalah tidak memiliki efek samping, karena bahan aktifnya masih menyatu dengan zat-zat lain dan belum diisolasi (Gunarto1999).

Tanaman obat yang sering dimanfaatkan sebagai obat alternatif antara lain temu-temuan anggota famili Zingeberaceae yang beranggotakan ratusan spesies. Jenisnya, antara lain jahe, kunyit, dan kencur (Duryatmo 2003). Selain untuk obat, beberapa dari tanaman obat dapat digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh seperti pelangsing, penambah nafsu makan, penghilang bau keringat, pelancar air susu, perawatan kecantikan, dan perawatan selama dan setelah kehamilan, serta sebagai sayuran seperti daun katuk (Sutarno dan Atmowidjojo 2000). Oleh karena itu, kegiatan konservasi plasma nutfah tanaman obat ini sangatlah penting dilaksanakan untuk memelihara dan menjaga kualitasnya.

Kegiatan konservasi sumberdaya alam pada hakekatnya bukan hanya pelestarian dan perlindungan, akan tetapi pemanfaatannya juga harus dilakukan secara bijak. Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam oleh generasi-generasi masa kini dan masa depan mencakup eksploitasi ekonomis, estatis, keolahragaan, dan intelektual dari berbagai macam sumber daya alam (Sunartono dan Kuswata 1976).

Konservasi mulai muncul sebagai falsafah yang telah dipikirkan…[Laporan kegiatan Praktek lapang]

Full text e-mail : saptriyawati.evi@gmail.com

Categories: My Scientific research | Tags: , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Tanaman Obat

  1. DEWI SINTA

    heheh,, makasih mbak info nya..
    tapi sedikit komentar mengenai foto nya ya,, cantik2 ya mbakk…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: