Seharian di India


Oleh Gaurav Bhatia

Inilah petunjuk menuju Mumbai Selatan bagi para penikmat kehidupan, yang menyukai gelembung pada minuman mereka, aroma harum makanan, dan menginginkan hari yang menakjubkan.

09.30: Selamat pagi Mumbai!

Awali darshan (istilah bahasa Sanskerta untuk berdoa — kontak visual dengan Tuhan) Mumbai Anda dengan secangkir chai (teh) hangat dan sarapan lezat di Indigo Deli, kafe-deli-gourmet elegan dekat dengan Gateway of India. Pesanlah sepiring couscous upma — campuran rasa India Selatan dan Mediterania atau telur Benedict yang lezat.

10.30: Belanja khas India

Setelah menyantap makanan lezat di pagi hari, langkahkan kaki anda ke Soma (Amarchand Mansion, lantai 2, di atas Restoran Golden Gate, Madam Cama Road, Colaba; tel +91 (0) 22 2282 6050). Butik Soma biasanya menghasilkan produk taplak meja dari linen, razais (selimut dari kapas murni) berwarna pastel, tas berwarna pink terang,dan serbet dengan berbagai macam pola cetak yang sangat menonjolkan identitas India. Anda pasti membayangkan cetakan bunga teratai berwarna pink, gajah dan bunga marigold. Pakaian dewasa yang mereka buat terkenal dengan gaya kasualnya, sementara pakaian untuk anak kecil terlihat rapi serta nyaman dipakai untuk musim panas India.

Bagi Anda yang suka barang antik, wajib berkunjung ke Phillips Antiques (Indian Mercantile Mansion, di seberang Regal Cinema, Madame Cama Road, Colaba; tel. +91 (0) 22 2202 0564), toko barang antik tertua di Mumbai. Toko antik itu menjual mulai dari pernak-pernik dengan harga terjangkau (kotak tulang kayu Sialkot) hingga barang antik mengagumkan, mereka juga memiliki ukiran asli dan koleksi dari Tanjore serta lukisan kaca. Ini adalah sebuah perjalanan ke India masa lampau.

Tidak jauh dari situ, ada Ensemble, tujuan utama couture dan butik desainer orisinil di Mumbai. Carilah hasil karya Anamika Khanna dan Sabyasachi dengan gaya bohemiannya, siluet Tarun Tahiliani dan tunik berhias dari Monisha Jaising, untuk menyebut beberapa nama utama di dunia fesyen India. Desainer-desainer terbaru seperti Atsu dan Pratima Gaurav memberikan kesegaran. Butik ini adalah tempat berbelanja para diva Mumbai. Untuk tren pakaian global dan modern, Bombay Electric di Mumbai bisa menjadi lawan seimbang bagi Barney’s di New York (hanya saja Bombay Electric lebih kecil dan unik). Di sinilah tempat desain lokal berkembang, mulai dari Anupama di Delhi hingga Savio Jon asal Goa, serta Anuj Sharma dan Nachiket Barve. Anda juga bisa menemukan label Ghee Butter dan Pashma, yang menjual syal pashmina.
 
Kemudian ada Bungalow 8 yang bergaya boho chic dan dimiliki oleh Maithili Ahluwalia. Toko ini tampak seperti sebuah rumah milik nyonya kaya yang tinggal selama beberapa dekade antara Prancis dan India, saking kuatnya pengaruh Prancis pada dekorasi dan
pemilihan produk di toko.

Perabot meja makan dan furnitur memenuhi lantai pertama, perlengkapan tidur dan mandi ada di lantai dua, dan pakaian ada di lantai tiga. Mereka memperoleh barang-barang ini dari berbagai daerah di India. The Bungalow, merek pakaian mereka, adalah kerajinan India dengan siluet Prancis dengan tekstur sentuhan yang mewah. Sementara itu, ibu Maithili, Jamini Ahluwalia merancang perhiasan couture yang ingin dimiliki oleh setiap wanita di Mumbai.

13.30: Makan siang di pinggir jalan

Makan siang vegetarian khas India harus Anda lakukan di Soam (Sadguru Sadan, Lantai Dasar, Chowpatty, Girgaum Opp. Babulnath
Temple; tel. +91 (0) 22 2369 8080). Mulailah dengan memesan yang segar dan manis, seperti lassi (yoghurt shake) kemudian pesan dahi batata puri, snack gurih khas India terbuat dari wafer renyah, kentang, saus asam dan yogurt. Atau cobalah pav bhaji (sayuran yang dicampur dengan roti berlapis mentega– makanan yang paling mudah ditemukan di pinggir jalan Mumbai). Selain itu, Anda bisa mencoba makanan yang mereka rekomendasikan, coba juga khichdi (sajian nasi) yang lezat, lalu ditutup dengan jalebis yang panas dan seperti sirup. Bersiaplah menghadapi antrian yang selalu ada.

Jika Anda ingin makan siang yang berdaging, cobalah pengalaman masakan fusion Indo-Iran di Britannia, untuk makanan Parsi – perpaduan unik rasa Persia dan India. Pesanlah berry pulao (sajian ayam dan nasi dibumbui cranberry asam, kacang, dan rempah), salli boti (kari daging domba dan keripik kentang) atau nasi dhansak (lentil dan daging domba rebus dengan nasi merah). Untuk makanan penutup, sebaiknya abaikan hidangan penutup apa pun kecuali puding karamel.

15.00: Perhiasan buatan tangan, furnitur kuno, dan menjahit baju

Bagi Anda yang suka furnitur antik bergaya kolonial (tempat tidur empat tiang, kursi santai, dsb) serta furnitur repro berkualitas tinggi, berkunjunglah ke Mahendra Doshi (Giriraj Building, basement, Walkeshwar Road 201, dekat Teen Batti, Malabar Hill; tel. +91 (0) 22 2363 0526). Pesona Chiki Doshi dan Mahendra bhai akan menjamin perjalanan ke bangunan arsitektural India dan memastikan barang berharga Anda akan sampai dengan aman di manapun Anda berada. Seperti namanya, The Raj adalah rumah lain mebel kayu India dan beberapa replika. Ricky Lamba, pemilik rumah itu adalah salah satu orang yang paling memiliki selera bagus di Mumbai. Saat di sana, Anda wajib mencoba sulaman tangan kurta (tunik) dari tempat kecil bernama Neemrana (Purshottam Building 6, New Queen’s Road, Opera House; tel. +91 (0) 22 2361 4436).

Tempat perbelanjaan di Taj Mahal Palace & Tower sudah menunggu — sebuah bazaar mewah yang tak bisa Anda lewatkan (beberapa tujuan belanja terbaik di India masih ada pada hotel bintang limanya). Jika tertarik membeli perhiasan, Anda harus pergi ke Gazdar’s (+91 98193 37141), pengrajin perhiasan paling terkenal di Mumbai sejak 1930an. Berlian yang belum diasah, perhiasan vintage dan art deco, mutiara laut selatan dan perhiasan emas tradisional dari India Selatan, ini adalah Gua Aladdin untuk para maharani modern.

Indian Textiles (+91 (0) 22 2202 8783) punya koleksi lengkap selendang sutra, bahan, syal, dan sari khas India. Anda bisa membeli kain untuk membuat sebuah gaun atau terbuai dengan kemewahan syal pashmina dengan sulaman halus mereka yang berkualitas dan terjamin. Bukan hanya para turis yang menginginkan bahan-bahan mewah itu, namun penduduk lokal juga pergi ke sana untuk memenuhi hasrat mereka memiliki kain idaman.

Telusuri lebih dalam pusat perbelanjaan itu dan temukan toko Joy Shoes (+91 (0) 22 2284 1227), tempat Anda dapat membeli sepatu khas India yang terkenal, kolhapuri chappal, sandal kulit buatan tangan yang indah tanpa sentuhan paku besi. Sandal itu bisa digunakan oleh pria dan wanita, keluar dalam berbagai variasi warna, dan bisa dipakai ke manapun Anda pergi, dari makan siang santai di akhir pekan hingga ke pantai di St Barts. Untuk pakaian pria, pergilah ke Maharaja, di sana Anda bisa mendapatkan baju berbahan linen dan sutra. Jika beruntung, mereka akan memodifikasi kurta sesuai tenggat waktu yang Anda berikan.

18.00: Sudah lelah? Waktunya minum teh

Naikilah anak tangga termewah ke lantai satu di sayap bangunan klasik Taj Mahal Palace & Tower. Di situ ada Sea Lounge, ruang minum
teh yang ditata dengan periode klasik Mumbai. Terdapat berbagai pilihan teh dan makanan, tapi saya merekomendasikan bhel puri (semacam keripik nasi, saus bawang putih, ketumbar dan asam dengan potongan bawang dan kentang) atau kheema ghotala (cincangan daging yang sangat lezat) dan secangkir kopi dingin. Penduduk India menyukai kopi dingin. Jika Anda juga suka, manjakan diri di kafe bakery ini untuk merasakan cemilan dan secangkir teh di Theobroma (Shop 24, Cusrow Baug, Colaba Causeway; tel. +91 (0) 22 6529 2929). Sementara itu, roti palmier di tempat ini sangat digemari, begitu juga brownies-nya serta roti daging domba yang bisa Anda bandingkan dengan kue jahe dan teh rasa mint di Cafe Kala Ghoda di distrik seni.

20.30: Minum dengan berkelas

Langkahkan kaki Anda ke atap hotel Taj Mahal Palace & Tower di Marine Drive. Anda akan menemukan The Dome, sebuah bar yang sangat bergaya, sempurna untuk menenggak Moët & Chandon sambil mengagumi pemandangan laut Arabian dan lampu-lampu yang menyala di tepian Marine Drive, atau terkenal sebagai Queen’s necklace. Atau Anda naik taksi menuju tempat populer baru, Tote untuk restoran dan bar di area balapan Mahalaxmi, di tempat paling mutakhir ini, Anda bisa memesan single malt sambil menikmati pemandangan dan suara hiruk pikuk Mumbai.

21.30: Makan malam

Tote menghidangkan makanan berkelas dunia, tapi kota ini dihargai karena makanan lautnya yang berempah untuk makan malam. Ada
restoran Trishna yang menghidangkan kepiting mentega dengan lada bawang putih, atau udang, cumi-cumi dan kerang yang dimasak dengan rasa lokal. Pesanlah Hyderabadi dal (lentil pedas) sebagai makanan tambahan yang dinikmati bersama roti Tandoori dan bir India, Kingfisher.

Jika makanan Tandoori lebih menarik, Copper Chimney (Lotus Court, Dr Annie Besant Road, Worli; tel. +91 (0) 22 2492 0505) punya ayam makhani (ayam mentega), naan, dan reshmi kebab (makanan yang lembut, meleleh di lidah dan ‘berat’) atau chelo kebab yang lebih eksotis, potongan kebab daging kambing yang dihidangkan dengan mentega dan nasi basmati. Cukup lezat.

22.30: Berpesta

Olive Bar & Kitchen di Mahalaxmi adalah tempat nongkrong orang-orang tercantik di kota, dan mereka yang kenal semua orang. Bar itu dimiliki oleh AD dan Sabina Singh, dengan desain santainya, mereka memastikan Anda mendapatkan nuansa ‘Goa bercampur Ibiza’ di Mumbai. Sepiring pizza atau mezze dari tempat ini adalah kudapan terbaik pada tengah malam.

Tidak jauh dari tempat itu ada sebuah tempat live musik Blue Frog dan klab malam Zenzi Mills, keduanya mencerminkan kehidupan malam Mumbai yang terus berubah, bahkan saat Anda digiring keluar dari sana pada jam 2 pagi. Sayangnya, ada aturan lokal tentang pembatasan kebisingan.

00.00 am: Berkereta ala Cinderella

Setelah membeli bunga melati segar dari penjaja di jalanan, naiklah ke salah satu kereta kuda bergaya klasik Victoria yang akan membawa Anda berkeliling di sepanjang jalan Marine Drive atau sekitar The Gateway of India. Kereta-kereta kuda ini tersedia sejak pukul 8-tengah malam, tapi sebaiknya pada larut malam karena tidak akan ada kemacetan. Nikmati arsitektur art deco Mumbai yang
berakar dari Inggris untuk terakhir kalinya, sambil Anda merasakan angin pinggir pantai yang hangat .http://id.travel.yahoo.com

Categories: Travelling | Tags: , , , , , , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Seharian di India

  1. Tipu….tipu

  2. Great info. Lucky me I ran across your website by chance (stumbleupon).
    I’ve saved it for later!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: