Isi Piring Makan Dengan Benar


Evi saptriyawati 2010

“Hidup sudah berubah. Beras tidak lagi ditumbuk dengan alu, sapi tidak lagi makan rumput”

Inilah yang disampaikan oleh Dr. Tan Shot Yen, MHum. Praktisi energy healing. Dr. tan begitu perihatin akan cepatnya perubahan gaya makan manusia dalam kurun waktu sekarang. Ada jurang lebar antara apa yang dimakan dengan apa yang sebenarnya diketahui sebagai hal yang tidak baik. Maksudnya, sudah tahu tidak baik untuk tubuh, tetap kita ngeyel memakannya. ehmmm nama nya juga manusia pak dokter, apa yang enank di pandang mata, itulah yang disantap ^_^

Pola makan yang dimaksud anatara lain:

  • minum teh manis tiap pagi tidaklah baik untuk insulin “bukankah kita dibiasakan minum teh di pagi hari oleh ibu agar mendapatkan suplai tenaga berupa ATP yang berasal dari gula? emm patut di kaji ulang”
  • Jus malah meningkatkan diabetes “apabila gulanya terlalu banyak memang bisa menyebabkan diabetes, tapi makan buah dalam bentuk jus ataupun dirajang itu baik. karena dapat memicu enzim Pitialin pada lidah yang dapat meningkatkan nafsu makan kita. Nah, untuk menghindari diabetes, terutama bagi penderita diabetes, sebaiknya mengkonsumsi jus dengan gula rendah kalori atau dikurangi kadar gulanya.
  • Kebiasaan minum susu sapi bukanlah hal yang disarankan, Sapi kita bukanlah sapi pemakan rumput dan susu pasteurisasi tidak mungkin memberikan manfaat pencegahan tulang keropos karena kalsiumnya sudah bersifat “non bio-available”.

Sebaiknyalah kita mengkonsumsi sayuran dan buah sebagai sumber karbohidrat. Pola makan jaman dahulu yang telah ketepis oleh kemajuan jaman. Tiga golongan makanan yang harus dihindari:

  1. Gula, ada gula pasir, gula merah, madu, kecap manis, saus tomat. Selama rasa manis itu bersifat buatan, gula memberikan efek buruk bagi kesehatan. Konsusmsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah. Selain berefek kegemukan, naiknya gula darah juga menyebabkan naiknya insulin. Sebaiknya mengkonsumsi gula yang berasal dari buah dan sayur, karena proses perubahannya menjadi gukosa lambat.
  2. Terigu, dapat berasal dari bahan pangan seperti mie, bihun, kwetiau, pasta, sereal, dan roti. Makanan berbahan dasar tepung memiliki indeks glisemik yang tinggi. Efeknya dapat mengubah kadar gula darah apabila dikonsumsi secara berlebih.
  3. Beras, singkong, ubi, kentang, dan apapun yang dapat memberikan rasa kenyang. Dalam dua jam, karbohidrat yang terkandung di dalamnya dapat dicerna dan diubah secara cepat menjadi gula. Gula yang tinggi dalam darah dapat menciptakan radikal bebas. Selanjutnya menyebabkan kolesterol jahat (LDL) teroksidasi, dan menimbulkan plak endapan pada dinding pembuluh darah.
  4. Daging sapi, daging ayam masih layak dikonsumsi karena makanan ayam masih natural. Sedangkan sapi sudah makan sesamanya. Karena pelet makanan sapi dibuat dari tulang sapi, jadi sapi sudah tidak makan rumput lagi.
  5. Susu, tidak mengkonsumsi susu ataupun keturunannya. Sangat kontroversial bukan??? Tetapi seorang dokter dari Jepang juga mengatakan hal yang sama. Alasannya, karena manusia hanya mempunyai enzim untuk mencerna susu sampai 2 tahun.
  6. Serba digoreng, makanan yang kita asup sebaiknya tidak digoreng memakai minyak. Ada cara lain yang juga tak kalah nikmatnya : dibakar saja denagn daun seperti daun pisang untuk menghindari arang, dikukus, dibuat sop, pokoknya tidak terkena minyak goreng. (Sumber referensi : majalah Dokter Kita)

 

 

 

Categories: Kesehatan | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: